Selamat Datang di HerbalImpoten.com!

Kondisi Sperma yang Sehat. Lihat Selengkapnya Disini!!!

makanan sehat penambah jumlah sperma

Penasaran bagaimana kondisi sperma yang sehat bagaimana? Kini kita akan mengupas lebih lanjut mengenai bagaimana sperma yang berkualitas memiliki kriteria yang seperti apa dan bagaimana cara menjaganya?

kondisi sperma yang sehat

Sperma merupakan sel dalam tubuh yang paling berpengaruh terhadap sistem reproduksi pria yang sehat. Namun ada beberapa kondisi tubuh dan penyakit pada pria dapat menurunkan jumlah sperma dan merusak kualitasnya.

Kondisi Sperma yang Sehat

Kondisi sperma yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kepalanya lonjong, memiliki akrosom yang normal, lehernya tidak ada sitoplasma, dan ekornya juga tidak patah.

Selain itu, kondisi sperma yang sehat dengan kualitas normal memiliki takaran 1,5 hingga 5,0 mililiter per ejakulasi dengan jumlah sperma 20 hingga 150 juta per milliliter.

Sperma yang normal juga harus memiliki 60 persen sperma berbentuk normal dan gerakan dari sperma tersebut sangat aktif. Sperma yang berkualitas tidak bergerombol justru seharusnya berenang sendiri-sendiri.

Sperma yang berkualitas juga tidak mengandung bakteri, sel epitel yang juga bermasalah, serta sel leukosit yang memiliki jumlah yang kurang 1 juta sel/ml cairan sperma. Namun ketika lebih dari itu maka dianggap ada infeksi karena leukosit ini yang memengaruhi kualitas sperma.

Sedangkan ketika sperma yang sehat dan berkualitas, maka di dalam rahim sperma mampu bertahan hidup rata-rata selama 2-3 hari. Namun ada pula penelitian yang mengatakan dapat bertahan hidup selama 7 hari. Sangat berbeda bukan?

Kondisi kesuburan seorang pria juga menentukan harapan dan peluang memiliki keturunan. Kesuburan seorang lelaki tentu ditentukan oleh berbagai faktor, misalnya saja adalah kualitas sperma dengan jumlah yang cukup dibutuhkan untuk dapat membuahi sel telur dan menghasilkan keturunan.

Produksi sperma adalah proses yang kompleks dan memerlukan fungsi normal dari buah zakar atau testis, serta hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yaitu organ dalam otak yang memproduksi hormon yang memicu produksi sperma.

Ketika sel sperma diproduksi di testis, tabung halus mengangkutnya sampai bercampur dengan air mani dan ejakulasi dari penis.

Keadaan dimana sperma sedikit saat ejakulasi disebut juga dengan oligospermia atau oligozoospermia. Oligospermia ini terjadi ketika jumlah sperma pria kurang dari 20 juta/ml dan keadaan ini menjadi faktor risiko utama infertilitas atau kemandulan.

Jumlah sel sperma rendah, hal tersebut menjadi salah satu penyebab infertilitas atau ketidaksuburan pada pria. Selain gaya hidup dan pola makanan yang teratur yang dsebut sebagai salah satu penyebab minimnya jumlah sperma ini, beberapa penyakit juga menyumbang peran untuk itu.

Misalnya saja obesitas, diabetes, juga gangguan mental seperti stres. Penyebab lain yang juga mengganggu produksi sperma, termasuk tidak rutin berejakulasi ketika melakukan hubungan seksual.

Berikut ini adalah daftar penyakit yang dapat merusak dan menurunkan jumlah dan kualitas sperma:

Infeksi

Beberapa infeksi juga dapat mengganggu produksi sperma dan juga tingkat keaktifan sperma atau dapat menyebabkan jaringan yang menghalangi lewatnya sperma.

Contoh infeksi yang sangat berbahaya bagi sel sperma adalah infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, radang prostat, testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

Varikokel

Varikokel merupakan gangguan varises pembuluh darah balik pada bagian kepala buah zakar. Varikokel adalah masalah yang menyebabkan ketidaksuburan pria.

Keadaan ini dapat dicegah dengan cara melakukan proses pendinginan normal testis, yang mengarah pada pengurangan jumlah sperma dan lebih sedikit sperma yang bergerak.

Testis tidak turun

Selama perkembangan janin di dalam rahim, terkadang satu atau kedua testis gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis. Pria dengan keadaan ini dapat mengalami gangguan kesuburan.

Hormon yang Tidak Seimbang

Hipotalamus, hipofisis dan testis memproduksi hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sel sperma. Namun ada sebuah perubahan dalam hormon ini, serta dari sistem lain seperti tiroid dan adrenal, dapat mengganggu produksi sperma.

Jika anda mengalami kelemahan dan kekurangan jumlah sperma dan mengalami susah dalam mendapatkan keturunan, maka saat ini anda berada dalam website yang benar.

Manimax, obat kapsul herbal yang diciptakan secara khusus oleh para herbalis ternama yang telah melalui uji laboratorium.

Kualitas dan keamanannya terjamin, dan membuat Manimax sangat aman untuk anda konsumsi.

Bagi anda yang benar-benar menginginkan produktivitas jumlah sperma yang luar biasa dan merasakan sensasi seksual yang luar biasa, maka pilihan tepat adalah mengkonsumsi Manimax.

Dengan mengkonsumsi Manimax, maka anda tak perlu lagi khawatir akan jumlah sperma yang sedikit. Karena dengan mengkonsumsi Manimax sperma anda akan bertambah dengan sangat luar biasa secara bertahap.

Dengan bertambahnya jumlah sperma, maka kesuburan anda akan meningkat dan keinginan untuk mendapatkan momongan akan segera terwujud.

Anda tak peru lagi khawatir dengan obat yang satu ini, karena Manimax sangat aman untuk dikonsumsi. Terbuat dari 100% bahan herbal, Manimax sangat aman untuk dikonsumsi tanpa ada efek samping apapun. Jadi pilihan tepat untuk anda adalah memilih Manimax untuk memperbanyak sperma anda.

Artikel Penting Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *